Mimpi zaman yang akhir terbit dari Selatan. Setiap orang yang saya kagumi habis ditelan murka zaman. Negeri gersang yang malang hanya bermimpi bagai Dayang Sumbi yang rindu malang. Sedikit saja harapan Ibu Pertiwi tampak membayang. Disapu napsu keranjingan para pengkhianat kesatuan bangsa sendiri. Manufer ideologi tumpas oleh minat serakah yang membabi buta. Muskil rasanya warga sipil memerintah aparat yang Kombes. Gampang saja pengusaha yang rakus memancing angka-angka porkas, karena memang dia penjudi kelas kakap. Saya berharap dia menjadi Batik Madrim yang sakti penuh berani, dibantu oleh Angkling Dharma yang setia menemani perjuangannya, bijaksana, murah senyum, pelan tapi pasti untuk mengikis habis bajingan tengik yang selalu menyusahkan generasi yang harus menanggung hutang. Semoga harapan saya terwujud atas ridlo Allah S.W.T. Amin.